Friday, February 20, 2004

Requiem

Cintaku sudah hilang,
ditelan arus langit malamtanpa bintang…

Cintaku lindap,
terhalang gumpalan-gumpalan
awan kusut gelap…

Cintaku habis,
terkikis sudut-sudut langit
lagi-lagi gelap,
tak terlihat…

Bulan telah mati…
dikubur bersama debu-debu matahari,
digulung permadani langit,
dibungkus kertas hitam angkasa…

Tuhan yang Maha Kuasa,
Bulan sudah mati…

Jakarta, 20.02.04

Saturday, January 31, 2004

Siratan Mata
Hanya dengan melihat senyummu,
aku tahu kau selalu ada…
tersimpul di dalamnya,
walau matahari tak selalu bersinar
saat kita berjalan di jalan setapak yang sama…
Hanya dengan mendengar suaramu,
aku mengerti kau peduli…
walau kadang meradang,
lalu pergi dalam ngilu,
hanyut dalam kubangan duka…

Hanya dengan binar bola matamu,
aku tak sangkal kau membutuhkanku…
walau tertatih-tatihr
asa angkuh teredam,
seperti malasnya Rafflesia
merengkuh dinginnya embun pagi…

Hanya dengan hanya,
begitu pula dengan dirimu…
Manisnya paduan selai coklat
dengan setangkup roti hambar
dan pahitnya kopi dalam satu cangkir kehidupan…
Uapnya membumbung ke angkasa,
menyublim dalam nalar,
larut dalam suatu masa,
mengendap dalam setiap putaran takdir.
Berukirkan : senyuman termanis.
Teman sejati.
Tak terlupakan,
begitu pula dengan dirimu…

Jakarta
30.01.04 dan 31.01.04
teruntuk : Gita Regina Napitupulu
[your dear friend, always...]

Tuesday, January 27, 2004

Lengkungan Pelangi

Kenanglah manisnya cerita kita,
di dalam tiap masa adanya
bahagiaku, bahagiamu…
ketika binar mata kita angkat bicara,
dan senandung nada sumbang kita tetap terdengar merdu…

Ingatlah pahit getirnya,
tersimpan rapi di dalam tiap lembaran-lembaran usang dan rapuh
kisah kita,
sedihku dan sedihmu…
saat hujan membuka hari,
dan kita berada di dalamnya,
tetap bergandengan tangan…

Camkanlah setiap inci kenangan kita,
titian garis maya,
pembentang batasan
dua dunia yang berbeda
diantara kita

Tak mengapa,
karena apapun yang terjadi,
dan masa apapun melintas…
Jiwa kita tetap menari
bertautan menyenandungkan
kidung yang hanya milik kita
melatari perjalanan waktu tak berujung
di atas lengkungan pelangi,
lengkungan senyum kita…

Jakarta, 27.01.04

untuk : Margaret Laurens. sahabat. karib. apapun namanya.

[your dear friend, always...]